Showing Page:
1/2
Adap dan etika belajar menurut al-Zarnuji dalam Kitab Ta'lim Al-Muta'allim:
1. Niat Belajar
Mengenai niat dan tujuan belajar, al-Zarnuji mengatakan bahwa niat yang benar dalam
belajar adalah untuk mencari keridlaan Allah SWT, agar memperoleh kebahagiaan di
dunia dan di akhirat. Niat belajar juga dimantapkan dengan selalu berusaha memerangi
kebodohan pada diri sendiri dan orang lain, mengembangkan dan melestarikan ajaran
Islam, dan mensyukuri nikmat Allah SWT
2. Memilih Guru, Ilmu, Teman, dan Memiliki Ketabahan dalam
Belajar Peserta didik hendaknya memilih ilmu yang terbaik dan ilmu yang dibutuhkan
dalam kehidupan agamanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu mendatang. Ia
perlumendahulukan ilmu tauhid dan ma’rifat beserta dalilnya. demikian pula perlu
memilih ilmu ‘atiq (kuno). Dalam memilih pendidik hendaknya mengambil yang lebih
wara’, ‘alim, berlapang dada dan penyabar.
3. Menghormati Ilmu Dan Ulama
Menurut al-Zarnuji, peserta didik harus menghormati ilmu, orang yang berilmu dan
pendidiknya. Sebab apabila melukai pendidiknya, berkah ilmunya bisa tertutup dan hanya
sedikit kemanfaatannya.
4. Sungguh-Sungguh, Kontinuitas dan Memiliki Minat yang Kuat
Peserta didik harus sungguh-sungguh di dalam belajar dan mampu mengulangi
pelajarannya secara kontinu pada awal malam dan di akhir malam, yakni waktu antara
maghrib dan isya dan setelah waktu sahur, sebab waktu-waktu tersebut kesempatan yang
memberkahi.
5. Tertib (permulaan dan intensitas belajar)
Menurut al-Zarnuzi, belajar hendaknya dimulai pada hari rabu, sebab hari itu Allah SWT
menciptakan nur (cahaya), hari sialnya orang kafir yang berarti hari berkahnya orang
mukmin.
6. Tawakkal Kepada Allah SWT
Dalam belajar, peserta didik harus tawakkal kepada Allah SWT dan tidak tergoda oleh
urusan rezeki.
7. Pintar Memanfaatkan Waktu Belajar
Masa belajar adalah semenjak dari buaian hingga masuk liang lahat. Adapun masa yang
cemerlang untuk belajar adalah awal masa muda.
8. Kasih Sayang Dan Memberi Nasehat
Orang alim hendaknya memiliki rasa kasih sayang, mau memberi nasehat dan jangan
berbuat dengki.
9. Mengambil pelajaran
Peserta didik hendaknya memanfaatkan semua kesempatannya untuk belajar, hingga
dapat mencapai keutamaan
10. Wara’ (menjaga diri dari yang syubhat dan haram) pada masa belajar
Showing Page:
2/2
Di waktu belajar hendaknya peserta didik berlaku wara’, sebab dengan begitu ilmunya
akan lebih bermanfaat, lebih besar faedahnya dan belajarpun lebih mudah.
11. Penyebab Hafal Dan Lupa
Upaya untuk memperkuat hafalan adalah melalui kesungguhan, kontinu, mengurangi
makan, melaksanakan salat malam, membaca al-Quran, banyak membaca salawat Nabi
dan berdoa sewaktu mengambil buku serta seusai menulis.
12. Masalah Rezeki Dan Umur
Peserta didik perlu mengetahui hal-hal yang bisa menambah rizki, umur dan lebih sehat,
sehingga dapat mencurahkan segala kemampuannya untuk mencapai apa yang dicita-
citakan.

Unformatted Attachment Preview

Adap dan etika belajar menurut al-Zarnuji dalam Kitab Ta'lim Al-Muta'allim: 1. Niat Belajar Mengenai niat dan tujuan belajar, al-Zarnuji mengatakan bahwa niat yang benar dalam belajar adalah untuk mencari keridlaan Allah SWT, agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Niat belajar juga dimantapkan dengan selalu berusaha memerangi kebodohan pada diri sendiri dan orang lain, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam, dan mensyukuri nikmat Allah SWT 2. Memilih Guru, Ilmu, Teman, dan Memiliki Ketabahan dalam Belajar Peserta didik hendaknya memilih ilmu yang terbaik dan ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan agamanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu mendatang. Ia perlumendahulukan ilmu tauhid dan ma’rifat beserta dalilnya. demikian pula perlu memilih ilmu ‘atiq (kuno). Dalam memilih pendidik hendaknya mengambil yang lebih wara’, ‘alim, berlapang dada dan penyabar. 3. Menghormati Ilmu Dan Ulama Menurut al-Zarnuji, peserta didik harus menghormati ilmu, orang yang berilmu dan pendidiknya. Sebab apabila melukai pendidiknya, berkah ilmunya bisa tertutup dan hanya sedikit kemanfaatannya. 4. Sungguh-Sungguh, Kontinuitas dan Memiliki Minat yang Kuat Peserta didik harus sungguh-sungguh di dalam belajar dan mampu mengulangi pelajarannya secara kontinu pada awal malam dan di akhir malam, yakni waktu antara maghrib dan isya dan setelah waktu sahur, sebab waktu-waktu tersebut kesempatan yang memberkahi. 5. Tertib (permulaan dan intensitas belajar) Menurut al-Zarnuzi, belajar hendaknya dimulai pada hari rabu, sebab hari itu Allah SWT menciptakan nur (cahaya), hari sialnya orang kafir yang berarti hari berkahnya orang mukmin. 6. Tawakkal Kepada Allah SWT Dalam belajar, peserta didik harus tawakkal kepada Allah SWT dan tidak tergoda oleh urusan rezeki. 7. Pintar Memanfaatkan Waktu Belajar Masa belajar adalah semenjak dari buaian hingga masuk liang lahat. Adapun masa yang cemerlang untuk belajar adalah awal masa muda. 8. Kasih Sayang Dan Memberi Nasehat Orang alim hendaknya memiliki rasa kasih sayang, mau memberi nasehat dan jangan berbuat dengki. 9. Mengambil pelajaran Peserta didik hendaknya memanfaatkan semua kesempatannya untuk belajar, hingga dapat mencapai keutamaan 10. Wara’ (menjaga diri dari yang syubhat dan haram) pada masa belajar Di waktu belajar hendaknya peserta didik berlaku wara’, sebab dengan begitu ilmunya akan lebih bermanfaat, lebih besar faedahnya dan belajarpun lebih mudah. 11. Penyebab Hafal Dan Lupa Upaya untuk memperkuat hafalan adalah melalui kesungguhan, kontinu, mengurangi makan, melaksanakan salat malam, membaca al-Quran, banyak membaca salawat Nabi dan berdoa sewaktu mengambil buku serta seusai menulis. 12. Masalah Rezeki Dan Umur Peserta didik perlu mengetahui hal-hal yang bisa menambah rizki, umur dan lebih sehat, sehingga dapat mencurahkan segala kemampuannya untuk mencapai apa yang dicitacitakan. Name: Description: ...
User generated content is uploaded by users for the purposes of learning and should be used following Studypool's honor code & terms of service.
Studypool
4.7
Trustpilot
4.5
Sitejabber
4.4