Showing Page:
1/5
PEMERIKSAAN CAIRAN CEREBRO SPINAL
o PENDAHULUAN
Cairan otak adalah cairan yang terdapat dalam ruangan subaraknoid yang
mengelilingi otak dan medula spinalis.
Cairan ini diproduksi oleh Plexus Coroideuus melalui proses selektif
plasma
Dapat diperoleh dengan PUNGSI LUMBAL
Dewasa antara Lumbal III dan LUMBAL IV
Anak antara LUMBAL IV dan LUMBAL V
o PENGUMBULAN CAIRAN OTAK DIBAGI JADI 3 TABUNG STERIL
TABUNG 1 digunakan untuk PEMERIKSAAN KIMIA DAN IMUNOLOGI
karena bila masih terdapat sedikit darah akibat fungsi Lumbal tidak akan
mempengaruhi hasil pemeriksaan
TABUNG 2 digunakan untuk pemeriksaan MIKROBIOLOGI
TABUNG 3 digunakan untuk pemeriksaan MIKROSKOPIK SEL
HITUNG SEL dan HITUNG JENIS.
Catatn :
Cairan otak harus diperiksan < 1 jam setelah pengambilan untuk
MENGHINDARI HASIL YANG TIDAK AKURAT AKIBAT LISIS ATAU
GLIKOLISIS ASAM LAKTAT terkadang menyebabkan hitung sel
rendah
Tabung penampung sebaiknya bukan dari kaca karena adesi sel di
permukaan kaca mengurangi jumlah sel.
o PEMERIKSAAN PADA CAIRAN OTAK MELIPUTI :
Pemeriksaan MAKROSKOPIK
Meliputi pemeriksaan :
o WARNA LCS normal tidak bewarna
o KEJERNIHAN normal LCS jernih, Jika terjadi kekeruhan
dapat dikibatkan peningkatan jumlah leukosit hingga 200
sel/ µL dan eritrosit lebih dari 400 sel/ µL, mikroorganisme,
bahan kontras, aspirasi lemak subdural, atau peningkatan
protein
o BEKUAN terbentuk bila terjadi trauma, meningitis TBC,
infeksi supuratif. Bekuan akan mengganggu akurasi
penghitungan sel karena adanya sel-sel radang yang
terjebak dalam bekuan
o VISKOSITAS sama dengan viskositas air
Showing Page:
2/5
Pemeriksaan MIKROSKOPIK
Pemeriksaan ini meliputi HITUNG SEL DAN HITUNG JENIS SEL
NONNE APELT dan PANDY
HITUNG SEL
o Tujuan : menghitung jumlah sel
o Alat yang digunakan :
Bilik hitung improved Neubeuer dengan cover
glassnya
Mikroskop
Pipet semiotomatis
o Reagen yang digunakan
Asam Asetat Glasial
o Cara Kerja
Pipet dibilas dengan asam asetat glasial untuk
melisiskan eritrosit
Letakkan coverglass diatas bilik hitung
Teteskan cairan otak melalui pinggir kaca penutup,
tidak boleh ada cairan yang mengisi parit bilik
hitung, tidak boleh ada gelembung udara, dan tidak
boleh ada cairan diatas kaca penutup
Lihat dibawah mikroskop dengan pembesaran
400X, kondensor diturunkan, dan diafragma
ditutup
Hitung sel dalam 9 bilik hitung
Bila jumlah sel terlalu banyak sehingga
mempersulit perhitungan, maka diencerkan
dengan NaCl 0,9%
Setelah itu perhitungan jumlah sel dengan rumu s
Jumlah sel / (jumlah bilik yang dihitung/10)
o JUMLAH SEL NORMAL HITUNG SEL
HITUNG JENIS SEL
o Tujuan
Showing Page:
3/5
membedakan antara sel Polimorfonuklear (PMN)
dengan Monomorfonuklear (MN) untuk
memperkirakan penyebab inflamasi.
Kalau dia PMN biasanya disebabkan oleh infeksi
bakteri
o Alat yang digunakan
Sitosentrifus
Kaca obyek
Sitoslide
Cytofunnel sample chamber yang disposibel
dengan kartu filter
o Reagen yang digunakan
Pewarna Wright
Metanol 90% untuk fiksasi
Buffer 7,2
o Cara Kerja
Masukkan 500 µL cairan otak dalam chamber
sitosentrifus
Cairan disentrifus dengan kecepatan 800 rpm
selama 8 menit
Atau setelah disentrifus, diambil supernatannya
dan dilakukan hapusan
Hasil diwarnai dengan wright
Dilakukan penghitungan sel PMN dan MN dengan
pembesaran 400X
PEMERIKSAAN NONNE APELT
o Tujuan :
mendeteksi protein ALBUMIN dan GLOBULIN
dalam CSF
o Alat
Tabung reaksi
Pipet semiotomatis
o Reagen
Larutan amonium sulfat (80 gr amonium sulfat
dalam 100 mL aquadest)
o Cara Kerja
Masukkan 1 mL (1 bagian) cairan otak ke dalam
tabung reaksi kecil
Teteskan 1 mL (1 bagian) larutan amonium sulfat
jenuh ke dalam tabung reaksi dari pinggir tabung
secara perlahan
Showing Page:
4/5
Positif terbentuk cincin putih keabu-abuan tipis
di perbatasan cairan otak dengan reagen
PEMERIKSAAN PANDY
o Tujuan
mendeteksi PENINGKATAN GLOBULIN
o Reagen
Phenol (10 mL phenol melted dtambah 90 mL
akuades)
o Cara Kerja
Masukkan 1 mL larutan pandy (phenol) dalam
tabung reaksi
Teteskan CSF 1 tetes dalam tabung reaksi dan
dilihat kekeruhannya
o Intrepetasi
Positif bila terdapat kekeruhan atau timbul awan
putih setelah CSF diteteskan
Pemeriksaan KIMIA
Terdiri dari pemeriksaan GLUKOSA, PROTEIN KUANTITATIF,
CHLORIDA
Batas normalnya
o
Showing Page:
5/5