Showing Page:
1/3
Di ruang sidang,
Narator : “Hakim memasuki ruangan, hadirin dimohon berdiri.”
Hakim : “Sidang pengadilan negeri Mojokerto, yang memeriksa perkara pidana no. 09 atas
nama Fajar Idham pada hari Senin tanggal 1 Januari 2022 dinyatakan dibuka dan terbuka
untuk umum (ketuk palu 3x). Apakah terdakwa sudah siap dihadirkan pada diang hari ini?”
Jaksa penuntut umum : “Siap hakim, terdakwa dipersilahkan masuk ke ruang sidang.”
(Idham masuk, jaksa berdiri menghadap hakim)
Jaksa : “Berdasarkan pasal 2 ayat 1 UU Tipikor dan pasal 38 KUHP, tersangka dipenjara
minimal 20 tahun maksimal hukuman mati dan denda paling sedikit 200 juta hingga 1 miliar
rupiah.”
Hakim : “Penasihat hukum terdakwa, apakah ada eksepsi terhadap jaksa penuntut umum?
Advokat : “Yang mulia. Berdasarkan bukti yang telah kami telaah, tidak ada bukti authentik
yang mengarah langsung bahwa segala peristiwa dan kejadian murni atas perintah terdakwa.
Selain itu, di dalam dokumen yang menyatakan bahwa terdakwa melakukan tindak korupsi,
tidak ada tanda tangan ataupun cap jari dari terdakwa, sehingga segala tuduhan korupsi
tersebut dapat kami sangkal dan kami putar balikkan dengan tuntutan pencemaran nama
baik.”
(Polisi berbisik ke jaksa sambil memberikan barang bukti)
Jaksa : “Yang mulia, izinkan saya menyampaikan bukti yang baru kami temukan.”
Hakim : “Silahkan.”
Jaksa : “Pada pagi hari ini pukul 09.00 telah ditemukan sebuah mayat di daerah tepi
sungai, setelah diotopsi, mayat tersebut adalah Aisya, umur 21 tahun, status belum kawin.
Ia merupakan karyawan Idham yang telah bekerja selama 3 tahun. Penyebab kematiannya
adalah luka akibat sayatan pisau di nadi leher sebanyak 8 kali secara berulang.”
Advokat : “Yang mulia, bukti ini tidak ada sangkut pautnya dengan terdakwa!”
Hakim : “Advokat tolong diam, ini bukan waktunya anda berbicara!”
Jaksa : “Kronologi kejadian korban sebagai berikut:
Showing Page:
2/3
Minggu, 31 Desember 2021,
Pukul 16.00 korban selesai dengan pekerjaannya dan sedang dalam perjalanan
pulang,
Pukul 19.00 korban pergi menuju apartemen terdakwa dan mendengar terdakwa
mabuk dan mengatakan bahwa ia melakukan tindak korupsi dan merekamnya
menggunakan handphone korban yaitu Samsung galaxy fold berwarna violet,
Pukul 22.30 korban dibunuh oleh pembunuh bayaran yang disewa oleh Idham
Berikut ini adalah senjata yang digunakan untuk membunuh korban(menunjukkan senjata).”
Advokat : “Yang mulia. Tidak ada bukti yang langsung mengarah terhadap terdakwa, segaal
bukti”
(Tiba-tiba Jaksa memotong pembicaraan advokat sambil menggebrak meja)
Jaksa: HE YUK OJO NYANGKEM AE
Hakim: (memukul palu 1x) “Jaksa Advokat harap tenang. Biarkan advokat menyampaikan
keterangannya”
Advokat : “Terima kasih sebelumnya, Yang mulia. Tidak ada bukti yang langsung mengarah
terhadap terdakwa, segaal bukti yang telah disampaikan oleh jaksa merupakan bukti tidak
langsung yang hanya mengansumsikan bahwa terdakwa membunuh korban. Dalam kasus ini
hanya bukti rekaman suara tidak dapat dipastikan 100% konkret karena tidak ada bukti fisik
yang mendukung.”
Hakim : “Baik, jaksa apa ada bukti lain yang ingin disampaikan?”
Jaksa : “Tidak ada yang mulia.”
Hakim : “Baik, advokat silahkan sampaikan kata terakhir?”
Advokat : “Ibu hakim yang terhormat, berdasarkan bukti dan pernyataan yang telah
disampaikan, klien saya tidak ambil bicara dan menyerahkan segala sesuatunya kepada
putusan pengadilan. Untuk itu, berdasarkan KUHP pasal 65 ayat 1 dan 2 akan berakhir pada
kesimpulan pasal 70ayat 1. Saya berharap pengadilan dapat menjatuhkan hukuman yang
sesuai dengan mempertimbangkan pasal di atas.
(Hakim saling berbisik)
Hakim 2:”10 taun aja lah”
Hakim 3:” jangan! Hukuman mati saja”
Showing Page:
3/3
Hakim 2:” woe jan ngadi ngadi lo, dia kasih benefit banyak ke kita”
Hakim:” sudah sudah, saya setuju dengan hakim 3, hukuman mati saja”
Hakim 2:” yauda serah lah”
Hakim : “Berdasarkan putusan hukum kami menjatuhi hukuman mati. Pengacara dapat
mengajukan banding di waktu yang telah ditentukan (ketuk palu 3x). Sidang ditutup.”

Unformatted Attachment Preview

Di ruang sidang, Narator : “Hakim memasuki ruangan, hadirin dimohon berdiri.” Hakim : “Sidang pengadilan negeri Mojokerto, yang memeriksa perkara pidana no. 09 atas nama Fajar Idham pada hari Senin tanggal 1 Januari 2022 dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum (ketuk palu 3x). Apakah terdakwa sudah siap dihadirkan pada diang hari ini?” Jaksa penuntut umum : “Siap hakim, terdakwa dipersilahkan masuk ke ruang sidang.” (Idham masuk, jaksa berdiri menghadap hakim) Jaksa : “Berdasarkan pasal 2 ayat 1 UU Tipikor dan pasal 38 KUHP, tersangka dipenjara minimal 20 tahun maksimal hukuman mati dan denda paling sedikit 200 juta hingga 1 miliar rupiah.” Hakim : “Penasihat hukum terdakwa, apakah ada eksepsi terhadap jaksa penuntut umum? Advokat : “Yang mulia. Berdasarkan bukti yang telah kami telaah, tidak ada bukti authentik yang mengarah langsung bahwa segala peristiwa dan kejadian murni atas perintah terdakwa. Selain itu, di dalam dokumen yang menyatakan bahwa terdakwa melakukan tindak korupsi, tidak ada tanda tangan ataupun cap jari dari terdakwa, sehingga segala tuduhan korupsi tersebut dapat kami sangkal dan kami putar balikkan dengan tuntutan pencemaran nama baik.” (Polisi berbisik ke jaksa sambil memberikan barang bukti) Jaksa : “Yang mulia, izinkan saya menyampaikan bukti yang baru kami temukan.” Hakim : “Silahkan.” Jaksa : “Pada pagi hari ini pukul 09.00 telah ditemukan sebuah mayat di daerah tepi sungai, setelah diotopsi, mayat tersebut adalah Aisya, umur 21 tahun, status belum kawin. Ia merupakan karyawan Idham yang telah bekerja selama 3 tahun. Penyebab kematiannya adalah luka akibat sayatan pisau di nadi leher sebanyak 8 kali secara berulang.” Advokat : “Yang mulia, bukti ini tidak ada sangkut pautnya dengan terdakwa!” Hakim : “Advokat tolong diam, ini bukan waktunya anda berbicara!” Jaksa : “Kronologi kejadian korban sebagai berikut: Minggu, 31 Desember 2021, • • • Pukul 16.00 korban selesai dengan pekerjaannya dan sedang dalam perjalanan pulang, Pukul 19.00 korban pergi menuju apartemen terdakwa dan mendengar terdakwa mabuk dan mengatakan bahwa ia melakukan tindak korupsi dan merekamnya menggunakan handphone korban yaitu Samsung galaxy fold berwarna violet, Pukul 22.30 korban dibunuh oleh pembunuh bayaran yang disewa oleh Idham Berikut ini adalah senjata yang digunakan untuk membunuh korban(menunjukkan senjata).” Advokat : “Yang mulia. Tidak ada bukti yang langsung mengarah terhadap terdakwa, segaal bukti” (Tiba-tiba Jaksa memotong pembicaraan advokat sambil menggebrak meja) Jaksa: HE YUK OJO NYANGKEM AE Hakim: (memukul palu 1x) “Jaksa Advokat harap tenang. Biarkan advokat menyampaikan keterangannya” Advokat : “Terima kasih sebelumnya, Yang mulia. Tidak ada bukti yang langsung mengarah terhadap terdakwa, segaal bukti yang telah disampaikan oleh jaksa merupakan bukti tidak langsung yang hanya mengansumsikan bahwa terdakwa membunuh korban. Dalam kasus ini hanya bukti rekaman suara tidak dapat dipastikan 100% konkret karena tidak ada bukti fisik yang mendukung.” Hakim : “Baik, jaksa apa ada bukti lain yang ingin disampaikan?” Jaksa : “Tidak ada yang mulia.” Hakim : “Baik, advokat silahkan sampaikan kata terakhir?” Advokat : “Ibu hakim yang terhormat, berdasarkan bukti dan pernyataan yang telah disampaikan, klien saya tidak ambil bicara dan menyerahkan segala sesuatunya kepada putusan pengadilan. Untuk itu, berdasarkan KUHP pasal 65 ayat 1 dan 2 akan berakhir pada kesimpulan pasal 70ayat 1. Saya berharap pengadilan dapat menjatuhkan hukuman yang sesuai dengan mempertimbangkan pasal di atas. (Hakim saling berbisik) Hakim 2:”10 taun aja lah” Hakim 3:” jangan! Hukuman mati saja” Hakim 2:” woe jan ngadi ngadi lo, dia kasih benefit banyak ke kita” Hakim:” sudah sudah, saya setuju dengan hakim 3, hukuman mati saja” Hakim 2:” yauda serah lah” Hakim : “Berdasarkan putusan hukum kami menjatuhi hukuman mati. Pengacara dapat mengajukan banding di waktu yang telah ditentukan (ketuk palu 3x). Sidang ditutup.” Name: Description: ...
User generated content is uploaded by users for the purposes of learning and should be used following Studypool's honor code & terms of service.
Studypool
4.7
Trustpilot
4.5
Sitejabber
4.4