Access over 20 million homework & study documents
search

Content type

User Generated

Rating

Showing Page:
1/16
Case Report Session
DEMENSIA VASKULAR
Oleh:
Dona Mirsa Putri
0910312063
Pembimbing:
Prof. DR. dr. H Basjiruddin Ahmad, Sp.S(K)
dr. Hj Yuliarni Syafrita, Sp.S(K)
BAGIAN NEUROLOGI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2014
BAB I
TINJAUAN PUSTAKA
I. Definisi
Demensia adalah kumpulan gejala kronik yang disebabkan oleh berbagai latar
belakang penyakit dan ditandai oleh hilangnya memori jangka pendek, gangguan
global fungsi mental, termasuk fungsi bahasa, mundurnay kemampuan berpikir
abstrak, kesulitan merawat diri sendiri, perubahan perilaku, emosi labil, dan
1

Sign up to view the full document!

lock_open Sign Up
Showing Page:
2/16
hilangnya pengenalan waktu dan tempat, tanpa adanya gangguan dalam pekerjaan,
aktivitas harian, dan sosial.
1,2
II. Klasifikasi
Demensia dapat dibagi menjadi demensia yang reversibel dan ireversibel yaitu
3
:
1. Reversibel :
- Alkoholisme
- Gangguan pasikiatri
- Normal pressure Hydrocephalus
- Demensia Vaskular
2. Ireversibel :
-
Demensia Alzheimer
-
Pick’s Disease
-
Parkinson’s Disease Dementia
DEMENSIA VASKULER
Penyakit vaskuler merupakan penyebab kedua demensia, setelah penyakit
Alzheimer. Penyakit vaskuler dapat dicegah dan ditangani, dengan peningkatan
kewaspadaan dan pengendalian faktor-faktor vaskuler , sehingga insidensi demensia
dapat diturunkan
3
. Baru sedikit diketahui tentang penyebab yang mendasari penyakit
vaskuler ini. Beberapa penelitian di Amerika melaporkan adanya gambaran insidensi
spesifik untuk penyakit vaskuler, dan telah dapat mengidentifikasikan faktor-faktor
resiko yang berhubungan.
4
Insiden dan Prevalensi
Insidensi dan prevalensi VaD yang dilaporkan berbeda-beda menurut
populasi studi, metode pendeteksian, kriteria diagnosa yang dipakai dan periode
waktu pengamatan. Diperkirakan demensia vaskuler memberi kontribusi 10 % - 20
% dari semua kasus demensia3. Data dari negara-negara Eropa dilaporkan prevalensi
1,6% pada kelompok usia lebih dari 65 tahun dengan insidensi 3,4 tiap 1000 orang
per tahun. Penelitian di Lundby di Swedia memperlihatkan angka resiko terkena VaD
sepanjang hidup 34,5% pada pria dan 19.4% pada wanita bila semua tingkatan
gangguan kognisi dimasukkan dalam perhitungan4.Sudah lama diketahui bahwa
defisit kognisi dapat terjadi setelah serangan stroke. Penelitian terakhir
memperlihatkan bahwa demensia terjadi pada rata-rata seperempat hingga sepertiga
dari kasus-kasus stroke
7
.
Prevalensi dari semua bentuk demensia termasuk demesia vaskuler, naik
seiring dengan bertambahnya usia. Di Eropa, prevalensi demensia vaskuler
diperkirakan sekitar 1,5-4,8 % pada individu berusia antara 70 hingga 80 tahun
8
.
2

Sign up to view the full document!

lock_open Sign Up
Showing Page:
3/16

Sign up to view the full document!

lock_open Sign Up
End of Preview - Want to read all 16 pages?
Access Now

Unformatted Attachment Preview

Case Report Session DEMENSIA VASKULAR Oleh: Dona Mirsa Putri 0910312063 Pembimbing: Prof. DR. dr. H Basjiruddin Ahmad, Sp.S(K) dr. Hj Yuliarni Syafrita, Sp.S(K) BAGIAN NEUROLOGI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2014 BAB I TINJAUAN PUSTAKA I. Definisi Demensia adalah kumpulan gejala kronik yang disebabkan oleh berbagai latar belakang penyakit dan ditandai oleh hilangnya memori jangka pendek, gangguan global fungsi mental, termasuk fungsi bahasa, mundurnay kemampuan berpikir abstrak, kesulitan merawat diri sendiri, perubahan perilaku, emosi labil, dan hilangnya pengenalan waktu dan tempat, tanpa adanya gangguan dalam pekerjaan, aktivitas harian, dan sosial.1,2 II. Klasifikasi Demensia dapat dibagi menjadi demensia yang reversibel dan ireversibel yaitu3 : 1. Reversibel : Alkoholisme Gangguan pasikiatri Normal pressure Hydrocephalus Demensia Vaskular 2. Ireversibel : Demensia Alzheimer Pick's Disease Parkinson's Disease Dementia DEMENSIA VASKULER Penyakit vaskuler merupakan penyebab kedua demensia, setelah penyakit Alzheimer. Penyakit vaskuler dapat dicegah dan ditangani, dengan peningkatan kewaspadaan dan pengendalian faktor-faktor vaskuler , sehingga insidensi demensia dapat diturunkan3. Baru sedikit diketahui tentang penyebab yang mendasari penyakit vaskuler ini. Beberapa penelitian di Amerika melaporkan adanya gambaran insidensi spesifik untuk penyakit vaskuler, dan telah dapat mengidentifikasikan faktor-faktor resi ...
Purchase document to see full attachment
User generated content is uploaded by users for the purposes of learning and should be used following Studypool's honor code & terms of service.

Anonymous
Awesome! Perfect study aid.

Studypool
4.7
Trustpilot
4.5
Sitejabber
4.4