Showing Page:
1/15
MAKALAH
DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH
Disusun Oleh :
Kelompok 9
Karen May Angelina
Putri Intan Pratiwi
Sri Rahayu
Verlyana Indah Utami
KELAS X AKP 1
Showing Page:
2/15
SMK NEGERI 9 KOTA TANGERANG
2021
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan kepada kami
sehingga makalah yang berjudul Dakwah Rasulullah Periode Mekah ( dapat
diselesikan tepat pada waktunya). Dengan dibuatnya makalah ini tentunya dapat
menambah pengetahuan maupun wawasan bagi pembaca bagaimana pencapaian
Dakwah Rasulullah SAW di dalam pengembangan agama islam sehingga islam
menjadi salah satu agama yang mampu menjadi mercusuar di dalam lapangan ilmu
pengetahuan dan peradaban manusia.
Tentunya makalah yang saya susun ini masih jauh dari kata kesempurnaan.
Oleh karena itu besar harapan saya sudilah kiranya pembaca memberikan kritik dan
saran guna penyempurnaan makalah ini.
Terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian
makalah ini.
Tangerang, April 2021
Showing Page:
3/15
Penyusun
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………… i
DAFTAR ISI……………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………….. 1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………. 1
1.3 Tujuan……………………………………………………………………………… 1
BAB III PEMBAHASAN…………………………………………………...
2
2.1 Sejarah Dakwah Nabi muhammad SAW Periode Mekah………………... 2
2.2 Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam………………………………… 2
2.3 Proses Pengangkatan Muhammad Menjadi nabi dan Rasull…………… 3
2.4 Strategi Dakwah Rasulullah SAW…………………………………………..... 6
BAB II PENUTUP……………………………………………………….. 11
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………… 11
3.2 Saran……………………………………………………………………………… 12
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….. 13
Showing Page:
4/15
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Islam lahir di Kota Mekah dibawa oleh Nabi muhammad SAW. Saat itu Mekah
dalam kondisi gelap gulita budaya jahiliyah berkembang pesat kesyirikan merajalela.
Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk mengadakan perubahan baik
dalam hal akidah maupun tatanan kemasyarakatan, bagaimana perjalanan Nabi
Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam di Mekah? Adakah tantangan
yang dihadapinya?
1. 2 Rumusan Masalah
Bagaimana Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekah ?
1. Bagaimana Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam ?
2. Bagaimana Proses Pengangkatan Muhammad Sebagai Nabi dan Rasul ?
3. Bagaimana Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW ?
1. 3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini.
1. Mengetahui Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekah
2. Mengetahui Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam
Showing Page:
5/15
3. Mengetahui Proses Pengangkatan Muhammad Menjadi Nabi dan Rasul
4. Mengetahui Strategi Dakwah Rasulullah SAW
1
BAB II
PEMBAHASAN
2. 1 Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekah
Islam lahir di Kota Mekah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Saat itu
Mekah dalam kondisi gelap gulita, budaya jahiliyah berkembang pesat,
kesyirikan merajalela. Allah SWT, mengutus Nabi Muhammad SAW. Dalam
menyiarkan agama Islam di Mekah? Adakah tantangan yang dihadapinya?
2. 2 Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam
Kejahiliyahan (kebodohan) masyarakat arab pada saat itu terdapat dalam
bidang :
1. Agama masyarakat Arab adalah penyembah berhala. Berhala-berhala
itu diletakan di Ka’bah jumlahnya mencapai 300 lebih. Di antara
berhala-berhala yang termasyhur bernama Maabi, Khuza'ah, Hubal,
Latta, Uzza, dan Manat.
2. Moral masyarakat Arab menjadikan kabilah yang kalah perang menjadi
budak, menempatkan perempuan di tempat yang rendah, suka berjudi
dan minum-minuman keras.
3. Hukum masyarakat Arab menganggap bahwa judi, mabuk-mabukkan,
berzina, mencuri, merampok, membunuh bukan merupakan perbuatan
Showing Page:
6/15
yang salah. Melihat kondisi masyarakat Mekah dalam kejahiliyahan,
Rasulullah SAW, kurang lebih lima tahun terakhir sebelum kenabian
selalu berkhalwat mendekatkan diri kepada Allah SWT di Gua Hira.
2
Tujuannya agar Allah SWT berkenan memberi petunjuk dalam
menghadapi umat. Salam usia 40 tahun bertepatan tanggal 17
Ramadhan 610 M, Rasulullah SAW didatangi malaikat Jibril dan saat
itulah turun wahyu pertama Surah Al-’Alaq, 96 : 1-5 sebagai berikut.
[96:1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
[96:2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
[96:3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
[96:4] Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam
[96:5] Dia mengajar kepada manusia apa yang telah diketahuinya.
(Q.S. Al- ‘Alaq, 96: 1-5)
2. 3 Proses Pengangkatan Muhammad SAW Menjadi Nabi dan Rasul
Muhammad SAW menjadi Nabi dan Rasul
Ketika menginjak usia 40 tahun, tepatnya malam 17 Ramadhan atau 6
Agustus 610 M, di waktu Muhammad SAW sedang berkontemplasi di Gua Hira,
Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan menyuruh Muhammad SAW untuk
membacanya, yaitu surat Al-’Alaq ayat 1-5.
Inilah wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad
SAW yang juga penobatan beliau sebagai Nabi dan Rasul bagi seluruh umat
manusia. Kejadian ini diceritakan kepada isterinya, Khadijah dan saat itu juga
Khadijah mengimaninya. Diala orang yang pertama beriman dan masuk islam.
Showing Page:
7/15
Pengangkatan Muhammad SAW menjadi rasul dibenarkan oleh pendeta Nasrani
yang bernama Waraqah bin Naufal. Dua setengah tahun kemudian, Rasulullah
SAW menerima wahyu yang kedua,yaitu surat Al-Muddassir ayat 1-7.
3
Dengan turunnya wahyu tersebut, maka jelaslah misi dakwah yang harus
Rasulullah SAW lakukan dalam menyampai kan risalahnya. Misi tersebut antara lain
mengajak manusia menyembah Allah Yang Maha Esa, yang tidak beranak dan tidak
pula diperanakkan serta tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal ini lah permulaan perintah
menyiarkan agama Allah kepada seluruh Umatnya Manusia.
Peristiwa turunnya wahyu pertama tersebut kemudian diperingati sebagai
Nuzulul’ Qur’an. Setelah menerima wahyu Rasulullah SAW mengalami kegelisahan
dan kebingungan kemudian dihibur Khadijah dan di yakinkan bahwa beliau akan
dijadikan nabi dan akan mengangkat derajat kaumnya dari kehinaan menuju
kebahagian. Kurang lebih dua setengah tahun setelah wahyu pertama turun wahyu
kedua Surah Al-Muddassir, 74;1-7 yang berbunyi :
[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] Bangun lah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang
lebih banyak.
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S.Al-Muddassir,
74:1-7)
Showing Page:
8/15
Setelah turun wahyu yang kedua ini kemudian Rasulullah SAW diawal kenabian
periode Mekah adalah sebagai berikut:
1. Mengajarkan keesaan Allah SWT.
2. Mengajarkan adanya hari kiamat sebagai hari pembalasan.
4
3. Mengajarkan kesucian jiwa.
4. Mengajarkan persaudaraan dan persatuan.
Melihat dakwah Rasulullah SAW, orang-orang Quraisy berusaha
menghentikan dengan berbagai cara, beberapa tindakan (reaksi) orang kafir Quraisy
untuk menghentikan dakwah Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :
1. Ejekan, hinaan, dan memperolok-olok perhatikan firman Allah SWT dalam
Q.S. Al-Hijr, 15:6 berikut :
[15:6] Mereka berkata : “Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya,
sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. (Q.S.Al-Hijr, 15:6)
2. Menjelek-jelek ajaran Nabi Muhammad SAW. Perhatikan firman Allah SWT
dalam Q.S. Al-Furqan, 25:4 berikut :
[25:4] Dan orang-orang kafir berkata : ‘Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah
kebohongan yang di ada-adakan oleh Muhamad dan dia dibantu oleh kaum
yang lain maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan
dusta yang benar (Q.S. Al-Furqan, 25:4)
3. Menyodorkan beberapa bentuk penawaran.
4. Melakukan tekanan fisik.
2. 4 Strategi Dakwah Rasulullah SAW
1. Dakwah Sembunyi-sembunyi
Showing Page:
9/15
Kurang lebih selama tiga tahun dimulai dari mengajak anggota keluarga,
sahabat, dan orang-orang terdekat. Perhatikan Firman Allah SWT berikut :
[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] Bangun lah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
5
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang
lebih banyak.
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S.Al-Muddassir,
74:1-7)
Dari ayat diatas, Allah SWT memberikan petunjuk tentang cara
menyampaikan agama islam kepada umat manusia, yaitu :
a. Dengan cara sembunyi-sembunyi, sebab orang kafir Quraisy tidak akan
senang terhadap agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.
b. Lemah lembut jangan sampai menyakiti orang.
2. Dakwah Terang- terangan
Perhatikan firman Allah SWT berikut :
[15:94] Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang
diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik (Q.S Al-
Hijr, 15:94)
Nabi Muhammad SAW termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari
kaumnya, terutama pamannya sendiri Abu Lahab. Kemudian turun wahyu yang
menerangkan bahwa yang celaka Abu Lahab sendiri.
Showing Page:
10/15
Perhatikan Firman Allah SWT berikut :
a. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan dan benar-benar binasa dia!
b. Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan
c. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)
d. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)
6
e. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Prof. Dr.A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam telah
menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah
SAW, yakni :
a. Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan
dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang.
Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam
masyarakat. Mereka juga ingin mempnjbbjn ertahankan perbudakan,
sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
b. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya
kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat,
karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
c. Kaum kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat
meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur
mereka.
d. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha
menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang
menyembah berhala.
Showing Page:
11/15
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah
Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain :
Para budak yang telah masuk Islam, seperti : Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu
Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh
para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perik kemanusiaann.
7
Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar
permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir
Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat
Islam menganut agama kaum Quraisy dan melaksanakan penyembahan
terhadap berhala.
Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi
Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman
bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Eithiopia), karena Raja
Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama
ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
Suatu saat ke 16 orang tersebut kembali ke Mekah sudah normal dengan
masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun,
dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal lebih kejam lagi.
Akhirnya Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang
kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW
dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga
Showing Page:
12/15
telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut
‘amul huzni (tahun duka cita).
8
Bab III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ketika menginjak usia 40 tahun, tepatnya malam 17 Ramadhan atau 6 Agustus
610 M, di waktu Muhammad SAW sedang berkontemplasi di Gua Hira, Malaikat
Jibril datang membawa wahyu dan menyuruh Muhammad SAW untuk membacanya,
yaitu surah Al-Alaq ayat 1-5.
Rasulullah SAW adalah contoh terbaik, dalam menggerakkan dan mengelola
dakwah. Keberhasilannya dalam mengajak manusia kepada agama Allah, terhitung
spektakuler. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 23 tahun beliau berhasil
mengajak seluruh bangsa Arab dalam pelukan Islam, yang imbasnya secara
alamiah dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seantero jagad. Jumlah
populasi muslim dunia kini mencapai kurang lebih 1.5 milyar tak lepas dari kiprah
beliau selama 23 tahun tersebut. Bahasan di seputar keberhasilan dakwah, tak ada
rujukan yang paling pantas kecuali merujuk pada warisan sunnah yang telah
ditinggalkan manusia paling agung, yakni Muhammad SAW.
Showing Page:
13/15
Reaksi kaum Quraisy terhadap gerakan Islam yang dibawa oleh Rasulullah
SAW. Begitu cepat berkembang dan hal tersebut sangat mengkhawatirkan para
pemimpin dan pembesar Quraisy. Mereka takut bahwa kedudukan mereka yang
semula begitu dihormati dan berkuasa akan menjadi tersaingi dengan kekuatan
Islam. Menurut pendapat mereka, tunduk kepada Rasulullah berarti sama dengan
9
tunduk dan menyerahkan kepemimpinan atau kekuasaan kepada keluarga
Muhammad, yaitu Bani Abdul Muthalib. Diantara reaksi kaum Quraisy tehadap
dakwah Rasulullah SAW antara lain sebagai berikut.
3.2 Saran
Demikian makalah yang dapat saya buat. Semoga makalah ini busa bermanfaat
bagi semuanya. Saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca.
Showing Page:
14/15
10
DAFTAR PUSTAKA
http://abasawatawalla01.blogspot.co.id/2012/12/sejarah-dakwah-nabi-muhammad-
saw.html
http://brendaandreansyah16.blogspot.co.id/2013/11/sejarah-dakwah-rasulullah-saw-
pada.html
Showing Page:
15/15
11

Unformatted Attachment Preview

MAKALAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH Disusun Oleh : Kelompok 9 Karen May Angelina Putri Intan Pratiwi Sri Rahayu Verlyana Indah Utami KELAS X AKP 1 SMK NEGERI 9 KOTA TANGERANG 2021 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan kepada kami sehingga makalah yang berjudul Dakwah Rasulullah Periode Mekah ( dapat diselesikan tepat pada waktunya). Dengan dibuatnya makalah ini tentunya dapat menambah pengetahuan maupun wawasan bagi pembaca bagaimana pencapaian Dakwah Rasulullah SAW di dalam pengembangan agama islam sehingga islam menjadi salah satu agama yang mampu menjadi mercusuar di dalam lapangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Tentunya makalah yang saya susun ini masih jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu besar harapan saya sudilah kiranya pembaca memberikan kritik dan saran guna penyempurnaan makalah ini. Terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyelesaian makalah ini. Tangerang, April 2021 Penyusun 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………… i DAFTAR ISI……………………………………………………………….. ii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………. 1 1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………….. 1 1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………………. 1 1.3 Tujuan……………………………………………………………………………… 1 BAB III PEMBAHASAN…………………………………………………... 2 2.1 Sejarah Dakwah Nabi muhammad SAW Periode Mekah………………... 2 2.2 Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam………………………………… 2 2.3 Proses Pengangkatan Muhammad Menjadi nabi dan Rasull…………… 3 2.4 Strategi Dakwah Rasulullah SAW…………………………………………..... 6 BAB II PENUTUP……………………………………………………….. 11 3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………… 11 3.2 Saran……………………………………………………………………………… 12 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….. 13 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Islam lahir di Kota Mekah dibawa oleh Nabi muhammad SAW. Saat itu Mekah dalam kondisi gelap gulita budaya jahiliyah berkembang pesat kesyirikan merajalela. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk mengadakan perubahan baik dalam hal akidah maupun tatanan kemasyarakatan, bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam di Mekah? Adakah tantangan yang dihadapinya? 1. 2 Rumusan Masalah Bagaimana Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekah ? 1. Bagaimana Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam ? 2. Bagaimana Proses Pengangkatan Muhammad Sebagai Nabi dan Rasul ? 3. Bagaimana Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW ? 1. 3 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini. 1. Mengetahui Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekah 2. Mengetahui Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam 3. Mengetahui Proses Pengangkatan Muhammad Menjadi Nabi dan Rasul 4. Mengetahui Strategi Dakwah Rasulullah SAW 1 BAB II PEMBAHASAN 2. 1 Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekah Islam lahir di Kota Mekah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Saat itu Mekah dalam kondisi gelap gulita, budaya jahiliyah berkembang pesat, kesyirikan merajalela. Allah SWT, mengutus Nabi Muhammad SAW. Dalam menyiarkan agama Islam di Mekah? Adakah tantangan yang dihadapinya? 2. 2 Kondisi Masyarakat Mekah Sebelum Islam Kejahiliyahan (kebodohan) masyarakat arab pada saat itu terdapat dalam bidang : 1. Agama masyarakat Arab adalah penyembah berhala. Berhala-berhala itu diletakan di Ka’bah jumlahnya mencapai 300 lebih. Di antara berhala-berhala yang termasyhur bernama Maabi, Khuza'ah, Hubal, Latta, Uzza, dan Manat. 2. Moral masyarakat Arab menjadikan kabilah yang kalah perang menjadi budak, menempatkan perempuan di tempat yang rendah, suka berjudi dan minum-minuman keras. 3. Hukum masyarakat Arab menganggap bahwa judi, mabuk-mabukkan, berzina, mencuri, merampok, membunuh bukan merupakan perbuatan yang salah. Melihat kondisi masyarakat Mekah dalam kejahiliyahan, Rasulullah SAW, kurang lebih lima tahun terakhir sebelum kenabian selalu berkhalwat mendekatkan diri kepada Allah SWT di Gua Hira. 2 Tujuannya agar Allah SWT berkenan memberi petunjuk dalam menghadapi umat. Salam usia 40 tahun bertepatan tanggal 17 Ramadhan 610 M, Rasulullah SAW didatangi malaikat Jibril dan saat itulah turun wahyu pertama Surah Al-’Alaq, 96 : 1-5 sebagai berikut. [96:1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, [96:2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. [96:3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, [96:4] Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam [96:5] Dia mengajar kepada manusia apa yang telah diketahuinya. (Q.S. Al- ‘Alaq, 96: 1-5) 2. 3 Proses Pengangkatan Muhammad SAW Menjadi Nabi dan Rasul Muhammad SAW menjadi Nabi dan Rasul Ketika menginjak usia 40 tahun, tepatnya malam 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M, di waktu Muhammad SAW sedang berkontemplasi di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan menyuruh Muhammad SAW untuk membacanya, yaitu surat Al-’Alaq ayat 1-5. Inilah wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang juga penobatan beliau sebagai Nabi dan Rasul bagi seluruh umat manusia. Kejadian ini diceritakan kepada isterinya, Khadijah dan saat itu juga Khadijah mengimaninya. Diala orang yang pertama beriman dan masuk islam. Pengangkatan Muhammad SAW menjadi rasul dibenarkan oleh pendeta Nasrani yang bernama Waraqah bin Naufal. Dua setengah tahun kemudian, Rasulullah SAW menerima wahyu yang kedua,yaitu surat Al-Muddassir ayat 1-7. 3 Dengan turunnya wahyu tersebut, maka jelaslah misi dakwah yang harus Rasulullah SAW lakukan dalam menyampai kan risalahnya. Misi tersebut antara lain mengajak manusia menyembah Allah Yang Maha Esa, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal ini lah permulaan perintah menyiarkan agama Allah kepada seluruh Umatnya Manusia. Peristiwa turunnya wahyu pertama tersebut kemudian diperingati sebagai Nuzulul’ Qur’an. Setelah menerima wahyu Rasulullah SAW mengalami kegelisahan dan kebingungan kemudian dihibur Khadijah dan di yakinkan bahwa beliau akan dijadikan nabi dan akan mengangkat derajat kaumnya dari kehinaan menuju kebahagian. Kurang lebih dua setengah tahun setelah wahyu pertama turun wahyu kedua Surah Al-Muddassir, 74;1-7 yang berbunyi : [74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut), [74:2] Bangun lah, lalu berilah peringatan! [74:3] dan Tuhanmu agungkanlah! [74:4] dan pakaianmu bersihkanlah, [74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah, [74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. [74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S.Al-Muddassir, 74:1-7) Setelah turun wahyu yang kedua ini kemudian Rasulullah SAW diawal kenabian periode Mekah adalah sebagai berikut: 1. Mengajarkan keesaan Allah SWT. 2. Mengajarkan adanya hari kiamat sebagai hari pembalasan. 4 3. Mengajarkan kesucian jiwa. 4. Mengajarkan persaudaraan dan persatuan. Melihat dakwah Rasulullah SAW, orang-orang Quraisy berusaha menghentikan dengan berbagai cara, beberapa tindakan (reaksi) orang kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah Rasulullah SAW adalah sebagai berikut : 1. Ejekan, hinaan, dan memperolok-olok perhatikan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Hijr, 15:6 berikut : [15:6] Mereka berkata : “Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. (Q.S.Al-Hijr, 15:6) 2. Menjelek-jelek ajaran Nabi Muhammad SAW. Perhatikan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Furqan, 25:4 berikut : [25:4] Dan orang-orang kafir berkata : ‘Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang di ada-adakan oleh Muhamad dan dia dibantu oleh kaum yang lain maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang benar (Q.S. Al-Furqan, 25:4) 3. Menyodorkan beberapa bentuk penawaran. 4. Melakukan tekanan fisik. 2. 4 Strategi Dakwah Rasulullah SAW 1. Dakwah Sembunyi-sembunyi Kurang lebih selama tiga tahun dimulai dari mengajak anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Perhatikan Firman Allah SWT berikut : [74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut), [74:2] Bangun lah, lalu berilah peringatan! [74:3] dan Tuhanmu agungkanlah! 5 [74:4] dan pakaianmu bersihkanlah, [74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah, [74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. [74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S.Al-Muddassir, 74:1-7) Dari ayat diatas, Allah SWT memberikan petunjuk tentang cara menyampaikan agama islam kepada umat manusia, yaitu : a. Dengan cara sembunyi-sembunyi, sebab orang kafir Quraisy tidak akan senang terhadap agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. b. Lemah lembut jangan sampai menyakiti orang. 2. Dakwah Terang- terangan Perhatikan firman Allah SWT berikut : [15:94] Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik (Q.S AlHijr, 15:94) Nabi Muhammad SAW termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari kaumnya, terutama pamannya sendiri Abu Lahab. Kemudian turun wahyu yang menerangkan bahwa yang celaka Abu Lahab sendiri. Perhatikan Firman Allah SWT berikut : a. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan dan benar-benar binasa dia! b. Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan c. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka) d. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah) 6 e. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Prof. Dr.A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni : a. Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempnjbbjn ertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya. b. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka. c. Kaum kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur mereka. d. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala. Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain : ❖ Para budak yang telah masuk Islam, seperti : Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perik kemanusiaann. ❖ 7 ❖ Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kaum Quraisy dan melaksanakan penyembahan terhadap berhala. Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Eithiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M. Suatu saat ke 16 orang tersebut kembali ke Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal lebih kejam lagi. Akhirnya Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib. Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita). 8 Bab III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Ketika menginjak usia 40 tahun, tepatnya malam 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M, di waktu Muhammad SAW sedang berkontemplasi di Gua Hira, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan menyuruh Muhammad SAW untuk membacanya, yaitu surah Al-Alaq ayat 1-5. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik, dalam menggerakkan dan mengelola dakwah. Keberhasilannya dalam mengajak manusia kepada agama Allah, terhitung spektakuler. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu 23 tahun beliau berhasil mengajak seluruh bangsa Arab dalam pelukan Islam, yang imbasnya secara alamiah dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seantero jagad. Jumlah populasi muslim dunia kini mencapai kurang lebih 1.5 milyar tak lepas dari kiprah beliau selama 23 tahun tersebut. Bahasan di seputar keberhasilan dakwah, tak ada rujukan yang paling pantas kecuali merujuk pada warisan sunnah yang telah ditinggalkan manusia paling agung, yakni Muhammad SAW. Reaksi kaum Quraisy terhadap gerakan Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Begitu cepat berkembang dan hal tersebut sangat mengkhawatirkan para pemimpin dan pembesar Quraisy. Mereka takut bahwa kedudukan mereka yang semula begitu dihormati dan berkuasa akan menjadi tersaingi dengan kekuatan Islam. Menurut pendapat mereka, tunduk kepada Rasulullah berarti sama dengan 9 tunduk dan menyerahkan kepemimpinan atau kekuasaan kepada keluarga Muhammad, yaitu Bani Abdul Muthalib. Diantara reaksi kaum Quraisy tehadap dakwah Rasulullah SAW antara lain sebagai berikut. 3.2 Saran Demikian makalah yang dapat saya buat. Semoga makalah ini busa bermanfaat bagi semuanya. Saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. 10 DAFTAR PUSTAKA http://abasawatawalla01.blogspot.co.id/2012/12/sejarah-dakwah-nabi-muhammadsaw.html http://brendaandreansyah16.blogspot.co.id/2013/11/sejarah-dakwah-rasulullah-sawpada.html 11 Name: Description: ...
User generated content is uploaded by users for the purposes of learning and should be used following Studypool's honor code & terms of service.
Studypool
4.7
Trustpilot
4.5
Sitejabber
4.4